Sabtu, 05 Juli 2014

Ada 9 Cara Membuat Otak Anak Menjadi Genius atau Pintar



Ada 9 Cara Membuat Otak Anak Menjadi Genius atau Pintar

Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif melebihi anak lain. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan.

Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan

Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak

Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.

Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.


9 Rahasia Membuat Anak menjadi Pandai/Jenius

Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.

1. Belajar Musik

Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri Minum ASI

Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan Kesehatan ( biasakan olah raga )

Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri,
membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan

Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak JunkFood

Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk Rasa Ingin Tahu

Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca

Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.

8. Sarapan/ Makan Pagi

Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.

9. Bermain Permainan Mengasah Otak

Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.


Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.
Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.”


Petunjuk Singkat Mencari Topik Skripsi, Menyusun Proposal Skripsi, Menyusun Skripsi dan Prasidang+Sidang



Berdasarkan pengalaman saya membimbing skripsi di Ilkom UPI, berikut beberapa hal penting yang mudah-mudahan bisa membantu mahasiswa menyelesaikan skripsinya mulai dari mencari topik skripsi sampai dengan sidang. Bagi mahasiswa di luar Ilkom UPI, mungkin ada perbedaan, tapi menurut saya ide dasarnya tetap dapat digunakan.
Setelah mengontrak skripsi, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mencari topik. Kegiatan ini sangat penting, mendapatkan topik yang baik berarti sekitar 30% skripsi telah selesai. Jadi persiapannya juga tidak dapat seadanya. Ini beberapa saran untuk mendapatkan topik yang baik:
  1. Skripsi dapat dikatakan sebagai tugas besar terakhir, yang paling besar. Anda menggabungkan ilmu yang anda peroleh saat kuliah sekaligus praktikum dan tugas-tugas besarnya. Setelah menyelesaikan semua kuliah, anda seharusnya sudah punya gambaran  untuk mengambil tema apa. Ambil topik yang anda sukai sehingga saat dikerjakan tidak terasa berat. Itu sebabnya bagi yang masih kuliah, manfaaatkan kuliah  sebaik-baiknya. Jangan ambil kuliah pilihan hanya karena teman lain mengambilnya dan jangan jadi ‘penggembira’ saat mengerjakan tugas kelompok
  2. Mengenai beban, bayangkan tugas besar yang dikerjakan selama sekitar 4 bulan intensif (~50 jam per minggu). Kalau anda menemukan topik yang dapat dikerjakan 1-2 bulan, topiknya pasti terlalu ringan. Walaupun mungkin lolos seminar proposal tapi akan lebih tidak enak kalau terjegal saat prasidang. Topik yang dapat dikerjakan dengan formula Excel sederhana (non vb script),  biasanya juga masuk ke kategori terlalu sederhana.
  3. Setelah mendapat tema umum, misalnya “jaringan”, “datamining”, “pemrosesan grafik”, “social media”, “sistem informasi”, “imk” dst, mulailah mencari lebih dalam. Gunakan google untuk mencari pembahasan tentang itu, baca ebook, sambil coba cari topik yang lebih khusus (lebih spesifik). Tujuannya agar anda familiar dengan istilah-istilah atau jargon yang umum digunakan dalam topik tersebut. Ini akan menjadi bekal saat membaca paper. Anda mungkin sudah mulai membayangkan masalah-masalah sekitar topik tersebut yang dapat anda angkat menjadi topik skripsi. Lebih ideal jika anda mendapatkan topik dari dosen. Jika topik diberikan dosen, artinya dosen tersebut tertarik dengan topik ini sehingga dukungan akan lebih besar. Dosen juga biasanya sudah tahu cakupan yang tepat dan gambaran kasar solusi. Tentu anda juga harus cocok dengan topiknya.
  4. Jangan mulai dari algoritma, tapi mulailah dari masalah. Jadi tentukan dan pahami dulu apa masalahnya, baru cari algoritma atau teknik untuk memecahkan masalah tersebut (jangan dibalik). Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu buru-buru menentukan teknik solusi dari masalah. Langkah 5 dapat digunakan untuk mencari berbagai alternatif solusi.
  5. Setelah mempunyai bekal dasar-dasar materi, saatnya mulai masuk ke aspek yang lebih ilmiah yaitu paper. Pada skripsi, mhs tidak diharapkan hanya sekedar membuat aplikasi biasa tapi harus punya sisi inovatif. Sisi inovatif tersebut biasanya hanya dapat diperoleh dari paper. Gunakan scholar.google.com dengan keyword sesuai topik anda. Pilih paper yang menarik, TIDAK semua paper harus dibaca. Awali baca paper dengan membaca abstrak lalu kesimpulan (jangan semuanya dulu). Jangan khawatir jika ada istilah yang anda tidak mengerti. Jika menarik, coba baca sekilas isinya. Anda TIDAK harus memahami keseluruhan isi paper. Kemudian jarang sekali paper yang dapat dimengerti dalam sekali baca, ada yang harus dibaca 10-20 kali baru terasa jelas. Beberapa paper yang terpilih, yang paling relevan akan menjadi dasar proposal anda. Untuk tingkat S1 mhs boleh me-reimplementasi paper yang sudah ada dengan sedikit tambahan atau perubahan.
  6. Bersamaan dengan tahap 5, anda mulai dapat menemui dosen yang terkait dengan topik anda. Jangan menghadap dosen dengan kepala kosong karena pertemuannya akan tidak produktif. Manfaatkan dosen untuk saran-saran berkaitan dengan topik, berdiskusi mengenai bagian paper yang anda tidak mengerti, apakah topik layak untuk dijadikan skripsi dsb. Cari dosen dengan bidang yang cocok dengan topik skripsi. Ini bisa dilihat dari matakuliah yang diajarkan dosen tersebut dan skripsi yang pernah dibimbing sebelumnya (untuk di UPI bisa dilihat di: http://repository.upi.edu/)
  7. Selanjutnya mulai membuat proposal. Bagian yang terpenting dari proposal adalah bab 1. Pada bab 1, perlu disampaikan latar belakang dan rumusan masalah/tujuan.  Latar belakang menjawab mengapa topik skripsi penting dan layak diambil. Saat ditanya “mengapa anda mengambil topik ini? mengapa ini bisa jadi topik skripsi? apa alasannya? mengapa penting?” itu dijawab di latar belakang. Sedangkan rumusan masalah atau tujuan menggambarkan apa yang menjadi masalah yang  hendak diselesaikan. Anda tidak bisa menyelesaikan masalah kalau tidak tahu masalahnya apa. Biasanya pada tahap ini perlu bolak balik cukup intensif dengan dosen pembimbing. Jangan masuk ke bab 2 dulu sebelum bab1 benar-benar stabil.
  8. Selanjutnya buat bab2. Jika bab 1 (latarbelakang/tujuan) memperlihatkan aspek “mengapa (why) dan apa (what)”, bab 2 akan menjelaskan aspek “bagaimana (how)”.  Isi dari bab 2 adalah penelitian/buku/materi/teori/library yang dibuat *orang-lain* yang relevan dengan skripsi anda. JANGAN memasukkan materi yang tidak relevan dengan topik. Sebelum mulai, tanyakan pada dosen pembimbing materi apa saja yang perlu masuk dan urutan pembahasannya. Untuk tahap proposal tidak perlu dibuat terlalu detil, anda tidak perlu mengetahui solusi masalah secara rinci tapi anda diharapkan mempunyai gambaran kasar bentuk solusinya. Pada penulisan bab 2 ini seringkali terjadi copy-paste, ini WAJIB dihindari karena kalaupun lolos sampai wisuda, kalau ada yang menggugat di kemudian hari, ijazah anda bisa melayang (terjadi pada teman S2 saya). Caranya mudah dengan tiga langkah: baca-pahami-tulis. Baca referensi (bagusnya lebih dari satu), setelah paham baru tulis dengan kalimat sendiri. Jangan lupa cara pengutipan referensi. Sedapat mungkin hindari referensi skripsi orang lain, karena seringkali kualitasnya tidak jelas dan akan memperkuat keinginan untuk copy-paste
  9. Jangan terlalu beralama-lama dalam pembuatan proposal. Tidak perlu menunggu proposal sempurna, karena nanti toh akan berubah saat perjalanan membuat skripsi.
  10. Saat sidang proposal skripsi, selama anda mengerjakan bab 1 dan 2 dengan baik dan melakukan persiapan presentasi (banyak latihan presentasi), harusnya anda dapat lolos dengan mudah.  Fokus dosen penguji dalam sidang proposal adalah “apakah ini masalah ini layak untuk dijadikan topik skripsi?”, “apakah ini feasible untuk dikerjakan dalam waktu 4 bulanan? (terlalu sulit atau tidak) dan “apakah mahasiswa tahu gambaran solusinya?” (jangan-jangan hanya punya masalah tapi tidak tahu menyelesaikannya).
Tahap berikutnya adalah penyusunan  skripsi.
BUKU SKRIPSI
Dalam skripsi, ada 3 bab yang paling penting: bab1, bab2 dan bab4 sedangkan bab3 dapat dikatakan bagian dari bab4. Jika proposal sudah dipersiapkan dengan baik, harusnya anda hanya akan merubah sedikit di bab1 dan hanya melengkapi bab2 (strukturnya akan tetap). Bab 1 dan Bab 2 sudah dibahas sekilas sebelumnya.
Khusus untuk bab 2,  berbeda dengan tahapan proposal yang tidak detil, pada tahapan skripsi bab 2 harus serinci mungkin sehingga setelah menyelesaikan bab ini, anda akan mendapat gambaran yang jelas dan rinci bagaimana menyelesaikan software. Sedapat mungkin gunakan contoh-contoh di bab 2, ini bermanfaat bagi anda maupun penguji dan pembimbing agar lebih paham dengan apa yang anda buat. Kalau penguji bingung dengan apa yang dikerjakan oleh mahasiswa, dia malah akan bertanya kemana-mana. Jangan lakukan coding sebelum bab 2 selesai, karena efeknya software malah akan sering dibongkar ulang.
Untuk mengecek apakah bab 2 sudah selesai, coba bayangkan anda serahkan bab 2 ke mhs ilkom lain, apakah setelah baca bab 2 anda dia sanggup untuk mengerjakan softwarenya? jika tidak artinya bab 2 anda masih kurang rinci.
Langkah berikutnya adalah membuat rancangan yang dituangkan dalam dokumen teknis (doktek) berdasarkan tujuan yang dituliskan di bab 1 dan teori di bab 2. Mengapa harus merancang dulu? alasannya sama dengan yang dibahas di RPL, bongkar-pasang rancangan jauh lebih cepat dan mudah dibandingkan bongkar pasang software. Analoginya: bayangkan membuat bangunan 5 lantai tanpa rancangan terlebih dulu (langsung buat tembok). Akan cepat pada awalnya tapi ujung-ujungnya malah lebih lambat.
Selanjutnya implementasikan rancangan ini dengan coding, catat hal-hal yang penting dan menarik yang ditemukan selama tahapan rancangan, coding dan eksperimen. Catatan ini akan masuk ke bab 4. Besar kemungkinan ada hal-hal baru yang anda temukan sehingga doktek, bab 2 atau bahkan bab 1 perlu diupdate, tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang wajar.
Terakhir adalah membuat bab 4. Kontras dengan bab 2 yang berdasarkan teori orang lain, bab 4 berisi apa yang *anda* kerjakan, dan *tidak-ada* materi buatan orang-lain di bab 4 ini. Tuliskan semua kegiatan, hasil dan analisis di bab ini. Dosen akan menilai apa yang anda kerjakan dari bab4, jangan sampai misalnya ada 10 hal yang anda kerjakan, tapi di bab 4 hanya ditulis 2. Itu sebabnya bab 2 dan bab 4 adalah bab yang harusnya paling tebal diantara bab lain.
BACKUP
Kadang terjadi data hilang akibat virus atau tidak sengaja diformat. Atau memang laptop/hardisknya hilang dicuri. Penting untuk melakukan backup, gunakan dropbox untuk dokumen skripsi dan repo seperti github, code.google untuk source code skripsi anda (sekalian untuk version control)
PROSES BIMBINGAN
Setiap dosen punya cara masing-masing dalam membimbing, karena anda adalah salah satu dari sekian mahasiswa bimbingan, andalah yang harus menyesuaikan diri. Pahami karakter dosen, apa yang dia sukai/benci dan aturan mainnya. Jangan ragu bertanya jika ada yang tidak jelas atau ada masalah. Coba tanya ke alumni atau mahasiswa lain yang sudah lama dibimbing oleh dosen tsb. Kalau dalam kondisi terpaksa harus berganti dosen pembimbing, lakukan dengan baik-baik dan lapor terlebih dulu.
PROSES PRASIDANG & SIDANG
Tiga kunci untuk presentasi yang baik: latihan, latihan dan latihan. Buku skripsi harus anda baca dengan detil dan berulang-ulang. Coba tanya ke teman atau alumni mengenai gaya menguji calon dosen penguji/pembimbing. Ujian sidang biasanya lebih ringan daripada prasidang, karena proses pengujian ada di prasidang. Sidang umumnya hanya untuk melihat perbaikan yang dilakukan pasca prasidang.
Sebelum mulai prasidang+sidang, test proyektor untuk memastikan bekerja dengan laptop anda. Lalu anda harus memegang hardcopy buku skripsi, jangan sampai saat ditanya “coba buka halaman xy”, lalu anda harus membuka softcopy di laptop. Jangan lupa bawa bolpen dan kertas, catat apa masukan dan pertanyaan dari dosen. Banyak penguji yang kesal jika masukannya tidak dihiraukan hanya karena alasan “lupa”.
Jangan berasumsi penguji telah mengerti materi dalam skripsi anda, siapkan contoh-contoh agar mereka lebih paham, termasuk demo program. Dosen dapat bertanya sampai source code, oleh karena itu siapkan juga source codenya.
Dalam menjawab pertanyaan, coba cerna dulu pertanyaanya dan pikirkan jawabannya, jangan langsung menjawab.
Berbeda dengan prasidang, ujian sidang lebih fokus terhadap perbaikan yang dilakukan. Materi tidak perlu diulang, tampilkan masukan dosen pada prasidang, lalu apa yang anda lakukan terhadap masukan tersebut.
LAIN-LAIN
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat membuat skripsi
  • Jangan menuliskan hal yang anda tidak mengerti. Sangat menyebalkan mendengar alasan “saya juga tidak tahu maksudnya, saya tulis karena di referensinya juga ditulis seperti itu”. Kalau sudah masuk ke dokumen skripsi anda, andalah yang harus bertanggung jawab. Baca, pahami baru tulis. Jangan hanya menterjemahkan apalagi copy paste.
  • Bahasa yang digunakan dalam skripsi tidak sama dengan bahasa yang digunakan di blog atau novel. Hindari bahasa berbunga-bunga yang dapat memiliki makna ganda dan tidak akurat. Contoh kalimat yang jelek: “sejalan dengan berlalunya waktu, permasalahan ini menjadi semakin pelik”. Hindari kata-kata seperti “mungkin”, “kira-kira”, “sepertinya” dan “biasanya”. Bahasa yang digunakan di dalam skripsi adalah bahasa kering tapi akurat. Tujuannya saat pembaca selesai membaca skripsi anda, isi kepalanya akan sama  dengan isi kepala anda saat menulis skripsi tersebut.
  • Terakhir tapi penting, jangan lakukan kecurangan (copy-paste, plagiat, program dibuatkan orang lain). Kalaupun  lolos, ada pengadlian akhir yang tetap tidak dapat dihindari.

Cara mengatasi stres saat mengerjakan skripsi




Cara mengatasi stres saat mengerjakan skripsi – 
Stress saat mengerjakan skripsi banyak dialami oleh mahasiswa tingkat akhir, namun tidak bagi mereka yang cepat menyelesaikan skripsi. Beberapa penyebab stres mengerjakan skripsi adakah karena dosen yang galak, susah mencari referensi, dosen yang sulit ditemui, biaya print skripsi yang lumayan banyak. Nah kali ini kita akan bagikan beberapa cara mengatasi stres saat mengerjakan skripsi.
1.       Kenali pembimbingmu
Sebelum menghadap kepada pembimbingmu sebaiknya anda mengenali dahulu karakter pribadinya. Anda dapat menanyakan kepada senior atau teman – teman yang kebetulan pernah dibimbing oleh beliau. dengan demikian anda dapat mengetahui lebih dahulu sifat –sifat dari pembimbing anda. Anda harus mengetahui hal – hal yang menjadi point penting dalam menilai skripsi anda seperti dia memiliki keahlian dibidang apa dan sebagainya.

2. lakukan pendekatan
Jika pembimbing kamu adalah orang yang sulit diajak kompromi maka cobalah lakukan pendekatan dengan mengetahui hal – hal yang disukainya, bahkan kalau perlu buat pembimbing adna menjadi akrab dengan anda sehingga memudahkan dalam menjalankan skripsi nantinya. Walaupun pembimbing anda adalah orang yang sangar tetap bisa lembut bila sudah akrab dengan anda.
2.       Teliti sebelum diperiksa
Agar tidak terjadi kesalahan cobalah baca baik – baik skripsi anda 2 sampai 3 kali sebelum di print out dan di bawa ke pembimbing anda. Sebab salah sekecil apapun bisa fatal akibatnya bila anda tidak koreksi sebab dapat memperbanyak biaya print out juga dapat mengacaukan isi skripsi anda.
3.       Jujur dan berani
Point ini akan mendukung kecepatan anda dalam menyelesaikan skripsi anda, sebaiknya anda selalu jujur dalam memasukkan referensi dan data di dalam skripsi anda agar saat pemeriksaan aman dari coretan yang banyak. Selain itu anda juga harus berani mempertahankan pendapat apabila ada koreksi yang tidak semestinya dari pembimbing mengenai skripsi anda.

5. Sesekali refresing
Bila skripsi anda sedang berada di tangan dosen dan menunggu beberapa hari untuk diambil koreksinya sebaiknya anda memanfaatkan momen tersebut untuk refresing menyegarkan otak anda.

6. berdoa dan semangat
Ingatlah untuk selalu berdoa kepada ALLAH SWT agar dimuluskan dalam mengerjakan skripsi. Dan paling penting adalah jangan mudah patah semangat terutama bila skripsi anda dicoret – coret oleh dosen pembimbing anda.

Tips&Trik Menghadapi Ujian Seminar Sidang Proposal & Skripsi



Tips&Trik Menghadapi Ujian Seminar Sidang Proposal & Skripsi

Kalimat apa yang paling sering diutarakan oleh mahasiswa ketika menjelang detik-detik akhir akan meninggalkan kampus tempat mereka menimbah ilmu??
Kayaknya saat ini lagi musim ujian skripsi kali ya..??
Teringat pada saat aku mengalami hal seperti ini dan di saat itu pula bertepatan dengan di bulan Ramadhan seperti sekarang ini, lagi gencar-gencarnya persiapan untuk maju ke meja sidang..
Mau dalam keadaan puasa udah gak peduli, rasa capek pun bercampur jadi satu menahan rasa lapar dan haus ketika itu. Tapi, hikmah dibalik pengorbananku waktu itu telah membuahkan hasil..Alhamdulillah..
Tentunya rekan-rekan yang telah melewati tahap ini, pasti punya banyak kenangan terindah sampai terpahitpun di alaminya..
Seperti apa sih persiapan mereka menjelang hari-H nya??
Sibuk ngurus sana-sini… dari pagi hingga malam  stand by di kampus…
Mulai mengajukan judul, belum dengan penolakan berkali-kali…
Pengajuan tempat Penelitian, itupun sering mengalami penolakan dari tempat yang ingin diajukan penelitian, otomatis judulpun harus diganti  kembali.
Belum lagi dengan pembagian pembimbing dari kampus…
Sampai dengan penyusunan awal  proposal, perbaikan sampai berpuluh-puluh kali, mencari pembimbing yang tak jelas keberadaannya, untuk perbaikan dan Permohonan ACC untuk bisa maju ke seminar proposal.. ini baru langkah awal, setelah itu penyusunan Skripsi sampai Ujian Meja…
Yang namanya manusia biasa pasti di hantui rasa ketakutan, belum lagi orang tua telah siap menunggu kita…
Andaikan kita tidak lulus ujian, apa yang orang tua rasakan…kekecewaan..pengorbanan materi…
Nah, di saat itu pula rasa deg-degan menghantui kita sepanjang perjalanan itu, kadang gak tidur semalaman hanya hanya untuk memperjuangkan tugas akhir kita.
Tapi, entah gimana rasanya meluapkan rasa kelegahan ketika kita sudah keluar dari tempat tersebut.
Ok, di sini aku gak bermaksud menakut-nakuti kamu-kamu yang berstatus sebagai  mahasiswa-mahasiswi, yang sebentar lagi bakal melewati masa itu. Toh, itu kan tujuan akhir kalian, yang jelas hadapi dengan kesabaran, usaha dan berdo’a tentunya. Semua itu, akan terlewati sampai tujuan.
Nah, berikut aku beri sedikit penjelasan mengenai apa sih proposal ataupun skripsi itu…??
Kita mulai dengan Proposal yah…

Proposal

Proposal dapat dikatakan sebagai rencana penelitian yang akan dilaksanakan. Karena baru berupa rencana maka proposal bisa diterima, diperbaiki, atau diganti. Sedangkan teknis sistematika proposal sendiri bisa berbeda antara satu kampus dengan kampus lainnya. Ada kampus yang menghendaki proposal penelitian memuat Bab I – III, ada juga kampus yang menghendaki sistematika proposal berbeda dengan sistematika skripsi/tesis sebenarnya.

Tapi umumnya, proposal penelitian harus memuat hal-hal pokok seperti latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, penelitian rujukan, kerangka teoritis dan kerangka pemikiran, hipotesis (jika ada), metodologi berupa desain, sampel, waktu dan tempat, teknik pengumpulan dan analisis data.

 Mengapa harus membuat proposal?


Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2005:8) berpendapat seperti ini :
“proposal penelitian merupakan sebuah rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata. Proposal penelitian ini masih bersifat rancangan yang masih bisa berubah. Walaupun demikian, proposal atau usulan penelitian yang sudah mengandung isi sistematika peneltiian yang akan dilakukan sebagai cermin dari kualitas penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti (mahasiswa) bersangkutan”

Jadi..ketika seseorang sudah dapat menyusun proposal dengan baik..maka dapat dipastikan bahwa 50% penelitian sudah terselesaikan.

BEDA SIDANG PROPOSAL DENGAN SEMINAR PROPOSAL
Ada kampus yang menggunakan istilah sidang proposal dan ada yang menggunakan istilah seminar proposal.
kayak kampus aku dulu lebih ke Seminar Proposal sih!
Berikut Perbedaaannya adalah:
Pada setting Sidang :
 Umumnya dilakukan selama 45-90 menit. Mahasiwa biasanya berhadapan dengan 3 – 4 dosen (dua penguji dan dua pembimbing). Mahasiswa memaparkan proposal 10 – 15 menit. Pertanyaan setiap dosen penguji biasanya berkisar antara 10 – 15 menit.

Pada Setting Seminar  Proposal :
Pada setting seminar, mahasiswa yang akan mengajukan proposal dikumpulkan bersama-sama (dalam ruang seminar). Setiap anggota seminar diperbolehkan bertanya. Dosen di sini ditempatkan sebagai moderator sekaligus penguji yang akan memberikan saran-saran perbaikan.

APA YANG AKAN DITANYAKAN PADA SAAT SIDANG/SEMINAR PROPOSAL
Ada beberapa poin masalah yang akan ditanyakan meliputi :
Latar belakang masalah dan rumusan masalah
Apakah permasalahan penelitian di dukung oleh teori (relevansi teori dengan masalah penelitian)
Metodologi (sampel, objek, instrumen penelitian, teknik analisis)
Pemaparan dan penguasaan materi proposal.

TIPS MENGHADAPI UJIAN PROPOSAL PENELITIAN
1. Siapkan mental:
 Tidak ada penelitian yang sempurna, pasti ada kekurangannya, hubungi pembimbing dan pakar statistic secara regular. Memang di kita proposal penelitian “menyeramkan” tapi maksudnya untuk kesempurnaan penelitian. Jangan lupa tujuan penguji adalah menguji bukan membantai anda- kalau untuk membantai adalah sangat mudah yaitu dengan memberikan pertanyaan yang sangat sulit. Sering mengikuti ujian proposal dari senior anda akan menudahkan anda
2. Siapkan makalah sbb: ( sebagian dari ini tidak semuanya berlaku pada Universitas atau Perguruan Tinggi)
a. Judul jangan pakai singkatan, sederhana sehingga jelas hubungan antara variable bebas dan  tergantung
b.  Pendahuluan meliputi Latar Belakang seperti magnitude masalah, kronologis dan alternative solusi lain 
c. Pokok Permasalahan, Batasan masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian,  Sistematika Penulisan – ini inti dari penelitian. Research question akan menentukan judul, tujuan,  hipotesis, kerangka konsep, metode, variable dsb
d. Tinjauan Pustaka membahas tentang Kerangka Pikir, kerangka Teori, secara detail variable bebas, variabel tergantungnya serta hubungannya
e. Kerangka konseptual harus menggambarkan penyakit secara keseluruhan dan  variabel yang diteliti serta hubungannya. Harus jelas mana yang diteliti dan mana yang tidak diteliti. Kerangka konsep harus berisi penjelasan jangan hanya gambar
f. Metode Penelitian meliputi Waktu dan Tempat Penelitian, Jenis Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Sumber Data, Alat dan Bahan, Tahapan Penelitian, Jadwal Penelitian.
g. Randomisasi dan blinding akan menambah bobot penelitian secara signifikan. Blinding ini akan ditanyakan oleh tim etik (ethical clearance)
h. Definisi operasional harus menjelaskan variable dan singkatan. Singkatan bisa dimasukkan dalam lembar tersendiri yang berisi daftar singkatan
i. Rencana Dummy table harus ditulis dan jenis datanya sudah diperkirakan sehingga metode statistiknya bisa direncanakan
j.  Cara menuliskan daftar pustaka menurut sistem mana
k.  Mohon perbahasaan diperhatikan. Jangan menulis kalimat terlalu panjang, potong dengan titik atau koma atau dash

3.  Persiapan Presentasi:
a.  Ingat waktu hanya 20 menit
b.  Jangan lebih dari 20 slide
c.  Huruf ppt harus maksimal 5-6 ke kanan, 5-6 ke bawah, font 24, arial atau times new roman dengan  kombinasi warna yang sesuai
d. Ingat cara presentasi: introduksi, Rumusan Masalah, Tujuan, Tinjauan pustaka, kerangka pikir atau konseptual,  Hipotesis, metode, dan rencana dummy table
e. Kaji kira-kira yang ditanyakan apa? Siapkan jawaban yang singkat, kalau nggak tahu jawab sejujurnya. Tapi ingat yang paling tahu penelitian ini adalah anda dan pembimbing anda. Sebagian besar penguji dari malahan akan bertanya mengenai yang generik. Jangan sampai tidak tahu apa yang akan anda teliti
f.   Pertanyaan paling sering muncul adalah:
                   i.   Masalah nya apa (ada di pendahuluan dan Research question)
                   ii.  Judul
                   iii.  Pengertian variabel
                   iv.  Hubungan antara variable
                   v.   Kerangka konseptual
                   vi.  Metode- pelajarai jenis-jenis metode sesuai tujuan penelitian
                   vii. Statistic – jenis data- rasio, ordinal, interval sehingga membutuhkan statistic yang mana
                   viii. Koreksi mengenai perbahasaan
                   ix.   Koreksi untuk cara penulisan
g.       Latihan di depan kaca, teman-teman anda atau di depan pembimbing

4. Setelah maju ada 2 kemungkinan lulus dan tidak lulus atau lulus dengan perbaikan. Sebagian besar masuk dalam kriteria lulus dengan perbaikan. Bila masuk kriteria ini, mohon pertanyaan atau usulan yang muncul dijawab dan disampaikan jawabnnya ke masing-masing penguji Anda tersebut.
Beberapa pertanyaan seputar ujian skripsi yang biasa dihadapi mahasiswa, diantaranya sebagai berikut:
Kalau kita tidak bisa jawab pertanyaan dari dosen penguji, kita harus diam saja atau bilang lupa /tidak tahu/ atau jawab rada ngaco yg penting jawab, atau gimana ??
Bagaimana menghadapi dosen yang tukang “bantai” apa harus dilawan atau didiamkan saja alias manut saja dan mengikuti apa yang diinginkan sang penguji ataukah melawan saja?
Untuk menghadapi sidang haruskah dengan “super serius” atau tetap “keep smile” dan takutnya kalau cengar-cengir dikira penguji tidak serius, tapi katanya segala sesuatu akan lebih baik jika diawali dengan senyum? Benar gak tuh??
Biasanya perlu berapa lama untuk mempersiapkan dan belajar sebelum menghadapi ujian sidang?

Ada kiat-kiat khusus gak sebelum menghadapi ujian sidang?
Ternyata beragam jawaban muncul, Berikut beberapa jawaban dari rekan-rekan yang pernah mencicipi ujian sidang, termasuk aku yah heheh…
Tips & Triks Ujian Skripsi :
Belajar yg benar, kuasain skripsi (waktu itu butuh 2 minggu-an buat kuasain materi)
-          Berdoa
-          Jaga kesehatan
-          Jangan tegang
-          Jumlah pemirsa jangan banyak-banyak (makin banyak pemirsa, sepertinya dosen penguji jadi makin arogan& sangar)
-          Duduk manis
-          Senyum-sapa-salam (tentunya dengan hormat& sopan yg mendalam)
-          Pura-pura tegang (padahal sebenarnya tidak tegang, cuma biar dosennya agak iba dikit) pengalaman dari teman-teman (cewek)  sih dilakuin  jurus jitu sampai nangis-nangis saat dosen penguji mulai membantai  mereka, waduhh..ada-ada ja yah hehe.. tapi aku gak yah??
-          Jangan nyolot/nantang, sering-seringlah kasih smile supaya aga luluh
-          Beri umpan supaya dosen kepancing buat bertanya materi yang anda kuasai
-          Jangan sekali-kali menyebut istilah yang tidak anda kuasai, bisa jadi boomerang bagi anda, nantinya penguji bertanya sampai keakar-akarnya.
-          Tarik napas dalam-dalam & elus dada begitu berhasil menjawab (pura-pura lega sekaligus tegang menghadapi next question, walah!)
-          Ucapkan terimakasih & salamin satu persatu begitu selesai sidang (mungkin bisa nambah poin kesopanan gitu Hehe…)
-          Tunjukkan kebahagiaan& keharuan yang amat sangat karen berhasil mlewati “meja hijau”
-          Seharusnya jawab semua pertanyaan penguji walau salah. Daripada anda diam saja (jadi terlihat anda tidak menguasai materi / otak anda kosong).
-          Jujur, katakan tidak bisa, jangan sok tahu
-          Latihan dulu sama dosen pembimbing kita
-          Percaya diri dengan diri kita sendiri
-          Bilang terus terang anda tidak tahu, atau kalau anda mengira pertanyaan penguji sedikit diluar konteks skripsi anda, bilang anda juga tidak membahas masalah itu, oleh karena di skripsi ada yg namanya “ruang lingkup pembahasan”
-          Kalo anda buat skripsi dan memang baca banyak referensi waktu menyusun skripsi, santai aja. Jangan kebanyakan belajar sebelum hari-H, soalnya beberapa jam sebelum sidang bakal terasa gimana tegangnya,,, hahahah kemeja sampai basah kuyup walau di ruangan ber-ac.
-          Santai saja bos, jarang-jarang yang sidang disuruh mengulang, asal anda terlihat agak sedikit serius pasti lulus, yang namanya dibantai terima aja, pengalaman, jadi ada cerita nantinya.
-          Kalau bisa harus tetap jawab, salah juga bisa juga menjadi bahan penilaian, kalau anda diam ya nilai yudisiumnya kecil.
Berikut juga beberapa saran menghadapi sidang ujian skripsi
http://norma07dp.files.wordpress.com/2012/08/skripsi.jpg?w=300&h=123Berdoa dulu sebelum sidang, kalau sidangnya lebih dari 1 orang, doa bareng membuat hati anda lebih tenang dan lebih pede. Kalau ada penguji, silakan doa bareng penguji juga.
Salah satu poin penting dari sidang adalah presentasi! Siapkan presentasi anda sebaik mungkin.Waktu presentasi hanya 15-30 menit, oleh karena itu harus latihan dulu. Latihan presentasi di ruangan besar dan kalau bisa di hadapan orang-orang. Cocokkan apa yang dibicarakan dengan slide dan nada berbicara jangan datar dan membosankan. Jangan gugup dan jangan melucu juga.
Jangan terlalu technical. Anggaplah kita sedang menawarkan suatu produk bisnis pada para calon client dan mereka tidak tahu apa-apa tentang apa yang kita tawarkan. Jangan memberi slide terlalu banyak tentang hal-hal technical yang cuma kalian yang ngerti. Misalnya kalau tentang database, sampai memberikan slide berisi daftar class hingga 4 class, dibacakan pula, itu membosankan sekali. Buatlah presentasi anda menekankan pada poin-poin berikut. Apa saja masalah yang ada selama ini, solusi apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut, mengapa penelitian anda di skripsi ini merupakan solusi yang sangat baik dan satu-satunya cara terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Jelaskan bahwa mengapa program anda benar-benar dibutuhkan. Kalau pada presentasi anda sudah terlalu teknis dan isinya rumus-rumus angka semua, dan dosen penguji sudah bosan, nilai presentasi anda sudah berkurang. Sadarlah bahwa anda membuat skripsi tersebut selama 1 semester, oleh karena itu anda mengerti semua hal-hal teknis yang anda buat. Tapi dosen penguji bisa jadi hanya membaca skripsi anda beberapa jam sebelumnya. Bukan berarti sama sekali tidak ada bagian teknis yang dijelaskan lho. Maksudnya jelaskannya jangan terlalu rumit. Buatlah sebisa mungkin jadi mudah dimengerti.
Kalau ada revisi pada halaman tertentu, berikanlah sebelum presentasi. Dengan demikian dosen akan melihat terlebih dahulu dan mempelajarinya sebelum mulai sesi tanya jawab.
Sewaktu tanya jawab, jangan gugup. Wajah jangan tegang. Dosen akan menanyakan apa yang anda tulis di buku skripsi anda.
Jawablah semua pertanyaan dengan jawaban (maksudnya, jangan diam). Jangan bilang gak tahu juga. Jelaskan saja apa yang anda tahu dan mengapa anda menulis demikian. Kalau anda terbukti salah, jangan langsung bilang, “ya saya salah”. Cobalah jelaskan sebisanya mengapa anda berkesimpulan seperti itu. Tapi jangan ngotot benar juga kalau memang salah. Katakan saja hal ini akan direvisi nanti. Terima kasih atas masukannya (setelah sidang, apabila lulus, tetap akan ada revisi buku skripsi).
Ketika tanya jawab, jawaban anda juga gak boleh ngambang. Semuanya harus berdasar. Semua yang anda tulis di buku skripsi harus berdasar semua. Kalau anda menulis suatu statement, berikanlah referensi bahwa statement tersebut diambil dari buku ini halaman segini. Kalau berdasar pada pendapat pribadi anda, tuliskanlah hasil penelitian anda, mengapa anda bisa berpendapat demikian. Sehingga kalau ditanya dosen, anda bisa jawab, statement anda diambil dari buku ini halaman segini. Atau anda bisa bilang, “bapak bisa buka buku skripsi saya halaman 345, di situ ada penelitian saya yang hasilnya demikian demikian blablabla”. Penguji paling senang kalau semua jawaban anda berdasar.
Jangan menjelaskan terlalu pendek ketika tanya jawab. Jelaskanlah apa yang ditanyakan sebisa anda.
Kalau bisa demo, demokanlah hasil penelitian anda pada dosen untuk lebih memberikan gambaran pada dosen penguji, apa yang anda buat. Sadarlah lagi bahwa anda membuat skripsi ini selama 1 semester, sedangkan dosen hanya melihat skripsi anda beberapa jam saja, jadi bisa saja mereka menangkap hal yang berbeda jika anda hanya memberi penjelasan.
Sopanlah sejak mulai presentasi hingga tanya jawab. Gunakan bahasa2 yang formal. Ucapkan salam pada awal presentasi dengan menyebutkan nama-nama dosen penguji kalau bisa.

Kalau sidangnya bertiga, jangan menjatuhkan jawaban dari teman anda. Kalau memang dia salah, jangan potong di tengah penjelasannya. Koreksilah jawaban teman anda apabila anda diberi kesempatan untuk menambahkan atau menjawab pertanyaan yang sama. Anda bisa bilang bahwa anda mau menambahkan sedikit dari penjelasan teman anda. Hal ini semata-mata untuk menghindari anda dicegat dan dianiaya oleh teman anda ketika pulang nantinya.
Salah satu poin penting dari skripsi anda ialah apa kontribusi dari penelitian anda dari yang selama ini sudah ada. Apakah anda meningkatkan dunia ilmu pengetahuan, mengembangkan metode tertentu atau menjadi solusi masalah yang ada.
Jangan malu-malu mengatakan kalau skripsi anda masih belum sempurna. Di bagian saran, beritahukanlah kekurangan dari skripsi anda dan apa yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut untuk penelitian berikutnya.
Jangan lupake wc dulu sebelum sidang. Bisa berabe kalau pengen ke wc sewaktu sidang.
Berpenampilan rapi dan tunjukkan bahwa anda sudah siap menjalani sidang. Jangan ada yang ketinggalan ini itu dan lupa ini itu.
Lanjut lagi ya..
Ketahui terlebih dahulu kira-kira siapa dosen penguji anda dan bisa tahu kebiasaan dan kesukaan dosen penguji, itu akan cukup membantu anda (contoh, kalau tahu dapat dosen penguji yang agak ‘gila hormat’, maka kalau menjawab agak ‘merendah’ sambil ‘menyanjung’ kepintaran dosen itu, misalnya)
Anda tidak bisa menjawab karena apa dulu? Kalau karena pertanyaannya tidak jelas, mungkin bisa minta dosennya menjelaskan apa maksudnya, tidak usah malu-malu. Kalau memang tidak tahu, nah ini agak masalah. Coba jawab sebisanya, dengan catatan jangan ngawur tapi sebisanya sesuai dengan pengetahuan yang ada, ingat, dosen itu kalau tanya 60-80% itu mau ngetes mental kita, jadi biasanya sudah tahu jawabannya. Kalau dijawab ngawur, wah bisa tambah beringas pertanyaanya semakin memojokkan kita.
Bukan super serius juga bukan super konyol, hehehe. Intinya: Tampilkan wajah yang penuh percaya diri tapi tidak arogan. Jadi wajah yang: saya siap, silahkan tanya apa saja, hehehe. Ingat, 1 menit pertama mulai masuk ruangan sampai pertama keluar suara anda, itulah yang paling menentukan, karena pada saat itu sang dosen akan ‘menilai’ anda, apa anda siap atau tidak. Jika masuk udah langkah kaku keringatan, terus ucapan pertama gemetaran sama oktaf naik satu tingkat, wah langsung diterkam tuh!
Ini juga saya setuju dengan rekan-rekan yang lain. Intinya, kalau tesis itu anda buat sendiri mulai awal hingga akhir, sebenarnya anda tidak perlu kebut semalam lagi, anda sudah siap! Tinggal siapkan mental anda dan bangun kembali rasa percaya diri anda, jangan kuatir, pasti anda bias melewatinya.
Secara umum, tunjukkan sikap tidak menggurui, kita berasumsi bahwa mereka sudah tahu, jadi tidak perlu dijelaskan secara terlalu detil, cukup intinya aja.
Jangan menggunakan kata-kata yang menyerang, seperti “masa bapak kayak gini aja ga tau?” eh, jangan salah, kata-kata sejenis kalau kita terjebak sering tidak sadar keluar lho!
Kuasai benar bidang skripsi kita, sebelum ujian, bayangkan kira-kira celah-celah mana yang mungkin lemah di konsep kita. Cari dulu jawabannya, biar pas ditanyakan sudah tahu jawabannya.
Jawab dengan kepala dingin, jangan emosi, walaupun dosen memojokkan kita! Yakinlah bahwa semakin memojokkan sesungguhnya dosen itu sayang sama kita, karena ingin kita benar-benar tahu apa yang kita teliti. Emosi bisa mengganggu aliran neurotransmitter di otak (ini hasil penelitian lho), jadi pikiran kita tidak bekerja maksimal

Semoga bermanfaat buat kalian yang akan menghadapi ujian skripsi yah..